JANGAN RAGU DAN MULAILAH BERKARYA - Penggerak Literasi

JANGAN RAGU DAN MULAILAH BERKARYA

JANGAN RAGU DAN MULAILAH BERKARYA

Atmaja Pehulisa Sembiring

Pengalaman saya selama menjadi Kandidat SPL Nasional terbilang cukup unik, saya bukanlah seorang guru ataupun seseorang yang bekerja di Dinas Pendidikan. saya hanyalah seorang petani, wiraswasta sekaligus penggiat literasi di daerah saya Kabupaten Karo Sumatera Utara. Saya bersama teman teman membuat suatu forum ataupun perkumpulan yang kami beri nama Forum Pemuda Peduli Pendidikan Karo/FPPPK. Forum Pemuda Peduli Pendidikan Karo ini kami bentuk sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan di tanah karo. Adapun kegiatan-kegiatan yang sering kami lakukan adalah seminar pendidikan, workshop, lapak baca, kampanye gerakan literasi ke sekolah-sekolah dan kami mendirikan sebuah taman baca yang kami beri nama Sapo Literasi yang terletak di desa samura, sudut kota kabanjahe.

Informasi mengenai Program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional) pertama kali saya ketahui dari istri saya yang merupakan Guru ASN di salah satu SMP di Kabupaten Karo. Istri saya membagikan Informasi mengenai Program GSMB Nasiolal yang diselenggarakan Oleh Nyalanesia ke HP saya dan beliau juga mengetahui Informasi tersebuat dari informasi yang disampaikan rekannya melalui Facebook. Sepulang dari sekolah saya mulai berdiskusi dengan Istri saya terkait Program GSMB Nasional dan beliau sangat mendukung bila saya mengikuti Program Kandidat SPL Nasional 2022, karena selama ini juga istri saya melihat kegigihan kami bersama teman-teman di FPPPK  untuk menyuarakan gerakan literasi dan minat membaca Buku di Kabupaten Karo. Setelah Berdiskusi dengan istri, kami sepakat untuk mendaftarkan saya mengikuti Kandidat SPL Naional 2022 dan saya sangat Bersyukur bisa sampai sejauh ini dalam menyuarakan program GSMB yang diselenggarakan Nyalanesia.

Ketika mendaftar dan lulus pada tahap pertama, saya menyadari ada 4 perwakilan dari Tanah Karo yang lulus dalam program SPL Nasional Nyalanesia. Tiga diantaranya berlatar belakang ASN dan memang bergerak di bidang pendidikan formal. Sangat jauh berbeda dengan saya yang hanya bergerak karena rasa kepedulian, sehingga saya merasa berkecil hati dan tidak pantas mengikuti program ini. Namun karena dukungan penuh dari keluarga, maka saya terus bergerak melalui berbagai tahap yang dipersiapkan oleh Nyalanesia.

Tantangan yang paling berkesan bagi saya dalam mensosialisasikan Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional ini adalah ketika saya memasuki tahap uji penerjunan yang dimulai pada tanggal 01-20 Agustus 2022. Hal ini menjadi sangat berkesan karena pada saat itu setiap sekolah sedang disibukkan dengan kegiatan persiapan HUT kemerdekaan RI yang ke 77. Kabanjahe merupakan salah satu kota pahlawan yang merayakan hari kemerdekaan dengan sangat meriah, dimana setiap sekolah mempersiapkan pawai, drumband, marching band, gerak jalan dan lain-lain yang akan dilombakan oleh pemda karo pada saat 17 agustus.

Tanggal 1- 10 Agustus, saya mulai mensosialisasikan gerakan sekolah menulis buku ini ke sekolah-sekolah yang sudah saya rencanakan, hampir semua sekolah mengatakan bahwa gerakan sekolah menulis buku ini akan ditindaklanjuti sekolah setelah perayaan tujuh belasan. Saya sadar betul bahwa situasi ini sangat tidak mendukung saya dalam melakukan sosialisasi. Namun, saya tidak kehabisan akal saya terus melakukan sosialisasi melalui whatsapp. Hal ini juga tidak berjalan efektif karena sebagaian besar sekolah belum memberikan respon yang positif terkait program ini. Karena proses di lapangan yang tidak maksimal, maka pada tanggal 11 Agustus 2022 kami berinisiatif dengan rekan-rekan KSPL yang juga lulus dari kab karo untuk melakukan audiensi kepada kepala dinas pendidikan Kabupaten Karo (Bapak Anderiasta Tarigan) untuk meminta surat rekomendasi sekaligus dukungan terhadap Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional ini. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo mendukung penuh kegiatan sosialisasi gerakan sekolah menulis buku ini dan menyadari bahwa sekolah juga tidak dapat diganggu pada saat ini sehingga beliau menyarakankan untuk mensosialisasikan program ini melalui zoom meeting yang akan dilaksankan selepas acara 17-an. Dalam diskusi tersebut kami bersepakat untuk mengadakan Google Meet sosialisasi GSMB Nasional pada tanggal 19 Agustus 2022 dan beliau bersedia hadir dalam Google Meet tersebut. Berbekal surat rekomendasi dari kepala dinas dan kesediaan beliau menghadiri Google Meet, saya menjadi semakin termotivasi. Dalam pelaksanaannya, google meet tersebut dihadiri oleh kurang lebih 80 orang Kepala sekolah dan guru dari Kabupaten Karo. Gerakan Sekolah Menulis Buku ini merupakan hal baru di Kabupaten Karo sehingga masih banyak sekolah yang belum paham apa maksud dan tujuan dari program ini. Melalui sosialiasi baik daring maupun luring banyak  sekolah yang mulai tertarik dengan program ini, tetapi waktu yang sempit, membuat banyak sekolah yang belum bisa menentukan sikap terkait program ini.

Di hari terakhir batas pendaftaran belum ada satu sekolahpun yang memberikan keputusan. Sekolah yang sudah saya gadang-gadang dalam beberapa minggu belakangan untuk mengikuti program ini masih juga belum menentukan sikap. Hal ini membuat saya merasa perjuangan saya menjadi sia-sia. Akhirnya dalam sisa hari tersebut saya mendatangi 2 sekolah yaitu SD Swasta Betesda Kabanjahe dan SD Swasta Advent Sumbul dan berusaha meyakinkan guru dan kepala sekolah yang ada disana. Akhirnya kedua sekolah ini setuju untuk mengikuti program GSMB Nasional ini, saya merasa sangat senang dan gembira dalam menerima keputusan sekolah ini. Dan dalam masa perpanjangan waktu pendaftaran ada satu sekolah lagi yang ikut mendaftar dalam program ini yaitu SMA Swasta Santa Maria Kabanjahe.

Setelah sekolah tersebut mendaftar dalam program ini, saya melakukan follow up dengan memberikan motivasi kepada murid di kedua sekolah yang terdaftar di awal. Dalam motivasi itu saya menyampaikan kepada murid untuk JANGAN RAGU DAN MULAI LAH BERKARYA. Saya berharap motivasi yang saya berikan menambah kepercayaan diri murid untuk berani dalam berkarya, dan sekolah ini menjadi salah satu pelopor suksesnya program GSMB di kabupaten karo ke depannya. Salam Nyalakan Masa Depan.

Saya Atmaja Pehulisa Sembiring, Seorang petani, wiraswasta dan penggiat literasi dari Kabupaten Karo. Saya juga adalah pendiri forum pemuda peduli pendidikan karo (FPPPK) dan Taman Baca sapo literasi. Teman-teman bisa menghubungi saya lewat akun Facebook @Atmaja Persapo-sapo dan akun instagram @Sembiring_atmaja untuk berdiskusi atau sekadar berbagi cerita. Salam Nyalakan Masa Depan. Salam literasi.

 

Dokumentasi

 

Gambar 3 . Kegiatan Google meet bersama kepala dinas pendidikan kab, karo, Bapak Anderiasta Tarigan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait