Menemuimu, Bapak Kepala Sekolah

Oleh: PENGGIYUNIZAL, S.PdI, Gr (KSPL 2021 Kota Payakumbuh, Sumatera Barat)

“Komunikasi akan berjalan dengan mudah jika kita mampu membangun koneksi dengan baik. Sopan dalam berkata, santun dalam bertindak, serta pandai menempatkan diri dengan baik.”

Pagi itu, sesuai jadwal yang diberikan tim Nyalanesia untuk turun sosialisasi GSMB Ke sekolah, aku masih bingung, mau sosialisasi kemana. Sejujurnya, hal yang paling mudah adalah sosialisasi di sekolah sendiri. Tetapi aku baru saja pindah kesini beberapa bulan yang lalu. Sebagai seseorang yang belum mengenal betul, tentang lingkungan baru, tentu ini pastinya akan menyulitkan. Terpikirkan juga untuk sosialisasi langsung ke sekolah lain, karena aku kenal dengan beberapa rekan guru yang pasti mengenal betul dengan literasi. Tetapi muncul keraguan, bagaimana kalau ditanya, apakah sudah sosialisasi di sekolahmu sendiri?

Maka, dengan segenap keberanian, memberanikan diri menemui kepala sekolah. Tidak mudah juga menemui beliau hari ini. Semangat yg sudah dikumpulkan sejak pagi, akhirnya sedikit redup karena Kepsek belum datang. Akhirnya mobil beliau masuk ke pekarangan sekolah sebelum azan dzuhur berkumandang. Tak pikir lama, aku mengekor dari belakang. Membuntuti beliau yang akan masuk ke ruangannya. Jantungku mulai berdegup kencang. Secara, Kepsekku ini adalah orang yg tidak banyak bicara. Sangat jarang sekali terlihat berbicara, bahkan disaat rapat guru pun hemat sekali bicaranya.

Baiklah, setelah mengucapkan salam, aku menyampaikan maksud kedatanganku. Beliau terlihat mengernyitkan dahi. Aku mencoba sedikit tersenyum, terus menceracau menyampaikan poin-poin keunggulan dari GSMB. Beliau terus menyimak. Sampai akhirnya aku selesai. Beliau tertegun sejenak. Lalu melirik lagi berkas juknis yang aku berikan. Lantas bersuara. “Tapi cerita yang dibuat siswa tolong dipantau dan tidak vulgar. Jaga nama baik sekolah,” katanya. Aku menghela nafas Panjang. Alhamdulillah…

“Ada yang akan saya tandatangani ?” Potongnya. Aku tergagap, buru2 mengambil selebaran surat tugas. Setelah ditandatangani, aku sedikit tersenyum. Tak lupa meminta terimakasih dan berfoto bersama.

“Berarti Bapak nanti juga sosialisasi ke sekolah lain?” Lanjut Kepsek. ” Iya, Pak” Jawabku, kali ini dengan suara mantap. Beliau mengangguk. “Bagus, saran saya, kejar dulu guru Bahasa Indonesianya atau guru yg aktif di bidang literasi, saya yakin Kepala Sekolah manapun hanya akan mengangguk dan menggeleng saja. Biasanya, Kepsek akan setuju kalau guru juga setuju.” Lanjutnya. Aku hanya mengangguk. Dalam hati membenarkan ucapan beliau. Azan pun berkumandang, kami pun sama2 keluar, meninggalkan ruangan ini.

Artikel Terkait