PENJELAJAHANKU, DIMULAI DARI LITERASI

Penjelajahanku,  Dimulai dari  Literasi

Pada era ini, Literasi sedang digalakkan kembali. Literasi adalah kemampuan atau  kualitas melek aksara dari dalam diri seseorang  dimana didalamnya terdapat kemampuan membaca, menulis dan juga mengenali serta memahami ide- ide secara visual. Saat ini penilaian evaluasi siswa menggunakan system  Assesmen Kompetenis Minimun (AKM). Adapun Komponen didalamnya  yaitu Literasi membaca dan numerasi . Dalam Hal ini siswa harus harus mampu berpikir kritis dan mengambil kesimpulan dari isi bacaan. Walaupun demikian,  masih banyak siswa yang lupa akan literasi. Pada era ini, siswa lebih aktif menggunakan gawainya. Selama dampak Covid lalu, setelah keperluan belajar selesai, mereka akan mengisi waktunya dengan gawai. Saya bersyukur, saat ini sudah bisa diadakan pembelajaran tatap muka dan semua orang mulai aktif beraktifitas kembali.

Sekolah – sekolah mulai aktif kembali dan mulai menjalankan berbagai macam program disekolah. Salah satunya yaitu program literasi. Salah seorang rekan kerja saya adalah seorang ketua program literasi. Kami kerap berdikusi tentang program yang akan dijalankan. Sebab program ini juga salah satu upaya untuk meningkatkan literasi pada siswa siswa.  Saya sebagai seorang pendidik perlu memotivasi siswa siswa untuk meningkatkan minat literasi pada siswa-siswa.

Perjalanan saya menjadi KSPL Nasional 2022 pun dimulai. Sebagaimana yang dituliskan oleh pepatah Arab yaitu “Man Jadda Wajada yaitu siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil”. Salah satu rekan kerja saya mengirimkan informasi tentang program ini yaitu Sosialisator Program Literasi  (SPL) Nasional yang di didirikan oleh Nyalanesia. Saya tertarik dan mengikuti semua tahap seleksi mulai dari seleksi administrasi sampai tahap akhir ini yaitu seleksi tahap penerjunan. Ini merupakan salah satu kebanggan buat saya karna bisa sampai pada titik ini.

Dengan semangat saya mensosialisasikan program ini ke sekolah sekolah didaerah saya yaitu Medan dan sekitarnya. Dari tingkat SD, SMP dan SMA saya kunjungi. Kini saya memberanikan diri untuk berkolaborasi dengan sekolah sekolah yang ada didaerah saya. Pada saat menjalankan sosialisasi saya jatuh sakit, tapi hal itu tidak meruntuhkan semangat saya.  Saya berkunjung ke SMA Plus Taruna AKterlis Medan,  penyambutan begitu hangat disekolah ini. Tidak hanay mensosialisakikan Gerakan Menulis Buku Nasional, saya juga mengajak seluruh warga sekolah akan pentingnya literasidalam kehidupan terutama dibidang pendidikan.  Banyak siswa yang antusias dengan program ini.  Saat saya mensosialisasikan Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional), beberapa siswa sungguh antusias untuk ikut program ini.  Kepala Sekolah juga mendukung dan mengatakan akan mendiskusikan tentang program ini dan ingin bergabung.  Kata – kata ini menambah semangat saya untuk sosialisasi ke sekolah lain. Salah seorang siswa bernama  Arkaan Zamzami , yang sangat mahir menulis dan membacakan puisi, bahkan  cerpen karyanya juga sudah ada masuk ke antologi buku  Lit Publisher cabang Surabaya. Dia masuk kedalam 3 terbaik dalam penulisan cerpen pada kala itu.  Semangat nya begitu membara mendengar informasi ini.  Hal ini membuat saya semakin percaya diri untuk menyampaikan sosialisasi disekolah lain.  Saya dan Arkaan memberikan beberapa pesan penting tentang “ Pentingnya Literasi”

Selanjutnya saya mensosialisasikan di sekolah tempat saya mengajar, yaitu SMP Swasta  Al Razi Sinar Harapan Medan. Sejak awal saya mengikuti program ini Pak Deni Ramadani Saragih, S.Si selaku Kepala Sekolah sangat mendukung saya. Beliau juga mengatakan Sosialisasikan di Sekolah Kita. Saya juga berkoordinasi dengan ketua Literasi di Sekolah. Banyak siswa yang tertarik dalam Program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional ini.

Satu Sekolah yang juga berkesan buat saya adalah Sekolah SD Karang Sari. Kepala Sekolah begitu hangar menyambut saya dan sangat antusias dengan program ini. Dia mengatakan “ Jika tidak kita mulai dari sekarang, Kapan lagi”. Saya semakin bersemangat menjalankan program ini, bahkan beliau juga mengikuti Webinar yang diadakan oleh Nyalanesia.

Ada banyak lika liku perjalanan saat menjalani tahap penerjunan ini baik dari sisi kesehatan maupun hambatan lainnya.  Ada penolakan dan ada juga sambutan yang begitu hangat.  Dari sini saya belajar banyak hal bahwasanya kita garus tetap berusaha apapun hambatannya.  “From nothing to be something” itulah kata kata yang tepat untuk saat ini. Jika tidak dimulai dan digerakkan oleh kita  khususnya kita tenaga pendidik, siapa lagi yang akan memotivasi siswa siswa untuk meningkatkan minat literasi.  

Penjelajahan saya, saya mulai dari Literasi, tanpa literasi jendela ilmu akan tertutup, tanpa literasi kita tidak mampu berpikir kritis dan mengembangkan ide – ide yang ada.  Program Sosialisator Penggeral  Literasi  (SPL) Nasional membawa saya menjelajah untuk mengubah. Mengubah dari yang kecil menjadi besar.  Program ini membuat saya semakin optimis untuk mengembangkan program literasi, baik disekolah tempat saya mengajar, maupun disekolah lainnya. Semoga saya Lolos Mejandi SPL Nasional dan melanjutkan Penjelajahan saya.  Salam Para Penyala !

Saya Riza Yuanna, S.Pd.,Gr.  Lahir di Tebing Tinggi, 17 Maret 1995 bertugas sebagai Guru  Mata Pelajaran Bahasa Inggris di SMP Swasta Al Razi Sinar Harapan Medan. Adapun Lata belakang Pendidikan saya adalah S1-Pendidikan Bahasa Inggris dan melanjutkan Pendidikan Profesi Guru di Univeritas Negeri Medan.  Saya sangat menyukai program program yang meningkatkan kualitas diri dan memperbanyak pengalaman.  Anda bisa menghubungi saya  di instagram @rizayuanna.

Artikel Terkait