Jalan Literasi Andy - Penggerak Literasi

Jalan Literasi Andy

Pertama mengenal presenter ini, saya pun heran. Berbeda dengan para presenter televisi yang lain, orang ini tidak berpenampilan layaknya para presenter berita atau infotainmen yang saat itu masih mendominasi layar televisi. Dengan gaya rambut yang kribo kala itu, seakan akan melawan arus model rambut yang sering tampil pada acara televisi.

Pada masa awal acara ini, saya kurang begitu tertarik untuk melihat tayangan yang beliau bawakan. Bagi saya waktu itu, acara ini hanya bincang bincang biasa. Saya tidak mengerti apa yang menjadi tujuan acara ini. Mungkin itu pengaruh umur saya yang masih muda kala itu, belum menikmati bangku kuliah.

Sejak menjadi mahasiswa itulah saya mulai menyadari arti penting acara Kick Andy ini. Pada waktu itu, saya menonton wawancara antara Andy F Noya sebagai presenter acara ini dengan Andrea Hirata. Dimana dalam tayangan ini, Andy menggali informasi tentang buku yang ditulis oleh Andrea dengan judul Laskar Pelangi. 

Dalam wawancara itu, Bang Andy sukses dalam membuat saya dan mungkin penonton yang lain juga, mengetahui dan menyadari bagaimana perjuangan seorang guru dari sekolah yang sangat miskin dan jauh dari kota besar, mampu mengubah dan menjadikan siswanya menjadi orang yang berhasil dalam hidupnya. Dengan kesabaran dan ketekunan, serta keterbatasan sumber daya sekolah, tidak menyurutkan semangat guru tersebut mendidik dan menanamkan nilai nilai perjuangan untuk mencapai manusia yang berhasil.

Dalam acara yang telah membuat saya menangis waktu itu ialah bagaimana Bang Andy membawa para audiens menyadari bahwa masih ada lembaga pendidikan yang terpencil, memiliki seorang guru yang masih terus semangat untuk mendidik anak didiknya dengan segala keterbatasan yang ada. Dari wawancara itulah, sehingga kemudian saya membeli novel Laskar Pelangi tersebut. Juga tidak terlewatkan trilogi dari novel tersebut.

Sejak itulah kemudian saya pun sadar bahwa, Kick Andy merupakan suatu program televisi yang fokus untuk memberikan edukasi dalam bentuk motivasi bahwa hidup ini adalah perjuangan yang perlu diperjuangkan. Maka tidak heran bila dalam setiap tayangan Kick Andy ini selalu menayangkan kisah kisah sukses orang dari segala penjuru bumi nusantara ini.

Sukses dalam artian bukan mereka mereka yang pada akhirnya mendapatkan banyak harta dan uang. Dan juga bukan orang sukses yang memiliki ratusan perusahaan. Akan tetapi personal yang sukses adalah mereka yang telah memberi manfaat bagi orang lain disekitarnya, dan juga telah membuat orang lain berhasil atas bantuannya. 

Maka tidak heran kemudian, dalam acara ini, semua lapisan masyarakat dari yang tua, muda dan bahkan orang yang kekurangan secara fisik pun menjadi tamu pada acara ini. Disinilah kekuatan acara Kick Andy ini. Tujuannya untuk menunjukkan kepada penontonnya bahwa dengan segala kondisi yang kita miliki, kita semua bisa dan pasti bisa untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain.

Ada satu lagi yang membuat saya kagum dengan Kick Andy ini. Bang Andy seakan akan tahu bahwa seorang anak muda bisa membawa sebuah perubahan paradigma tentang sebuah pesantren. Insting Bang Andy yang muncul dari pengalaman hidupnya inilah yang mampu menemukan sebuah kisah santri yang belajar pada sebuah pesantren tertua di Indonesia yang berjuang mewujudkan mimpi mimpinya. Yang kemudian dari mimpinya itulah, bisa mengubah pola pandang masyarakat tentang pendidikan pesantren.

Tayangan tentang Negeri Lima Menara inilah yang membuat saya bangga sebagai salah satu santri yang mengenyam pendidikan di salah satu pondok alumni Gontor, tempat sang penulis Novel Negeri Lima Menara. Sejak diangkat kisah novel tersebut oleh Kick Andy, masyarakat luas pada akhirnya mengetahui dan menyadari bahwa pesantren mempunyai cara tersendiri untuk mendidik santri yang belajar disitu.

Kisah novel tersebut, yang kemudian diangkat oleh Kick Andy, mirip sekali dengan yang saya alami. Itu berawal dari paksaan bapak saya untuk belajar di pondok alumni Gontor Ponorogo yang jaraknya hanya 20 km dari rumah saya. Sebagian besar masyarakat di lingkungan saya, mengenal pondok adalah tempat anak-anak yang nakal. Sehingga harus di “penjara di sebuah pondok”. Sebagai anak yang tidak bisa melawan keinginan bapak, saya pun bersedia dengan sangat terpaksa.

Ketika Novel ini diangkat, sejak itulah kebanggaan sebagai salah alumni santri pondok tersebut muncul kembali. Dan yang lebih membanggakan lagi, masyarakat sekitar lingkungan saya mulai menerima kehadiran pendidikan pesantren. Yang itu dibuktikan dengan dikirimnya putra putri mereka belajar ke pesantren tempat saya pernah belajar itu. Itu merupakan dampak besar dari tayangan Kick Andy yang mengangkat kisah para santri Gontor yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat.

Meskipun juga saya sendiri tidak sesukses mereka yang ditayangkan oleh acara tersebut, akan tetapi semangat untuk terus memperbaiki diri sendiri yang dinginkan Kick Andy itu saya dapatkan. Dan Kick Andy telah menyebarkan budi baiknya kepada semua orang bahwa dimanapun kita berada, kita harus selalu mempunyai impian, selama kita terus berusaha, maka kita akan mencapai impian tersebut.

Semangat menyebarkan budi baik yang didengungkan oleh acara Kick Andy inilah yang membuat saya untuk selalu belajar. Salah satunya yaitu dengan sebagai penggerak literasi. Saya menyadari sepenuhnya bahwa hal yang paling ringan untuk dilakukan dan tidak memerlukan biaya besar adalah mengajak berliterasi. Membaca merupakan salah satu cara untuk mendapatkan ilmu.

Pengetahuan yang diperoleh dari membaca itulah nantinya akan dapat mengubah cara pandang seseorang. Bahkan juga mengubah kehidupan seseorang. Maka semangat untuk menggerakan literasi itulah yang menjadi semangat yang harus diwujudkan dengan aksi nyata.

Bergabung dengan penggerak literasi itu sama dengan Andy F Noya membuat acara Kick Andy, yaitu menyebarkan budi baik untuk semua kalangan.

Artikel Terkait