Ketika Takdir Sudah Memilihku - Penggerak Literasi

Ketika Takdir Sudah Memilihku

Oleh: Akh. Zaini, MM., M.Pd (PLD) Kab. Sumenep

Jika Tuhan sudah memilih kita untuk menjadi penggerak literasi, maka akan terbuka seribu jalan dihadapan kita

            Mempunyai pengalaman baru, bertemu dengan kawan-kawan dari seluruh penjuru negeri ini, kenal dengan orang-orang hebat, bahkan bisa berinteraksi langsung dengan mereka, merupakan suatu anugerah terindah dalam hidupku yang tinggal di ujung paling timur dari Pulau Madura.

            Bukan hal yang mudah untuk sampai pada tahap ini, penuh perjuangan dan butuh kerja keras dan kerja cerdas tentunya. Menjadi SPL Nasional merupakan impian setiap orang yang hatinya tergerak untuk menghidupkan literasi. Setelah melalui berbagai tahapan dalam mengikuti seleksi administrasi serta tes pemahaman program, dari ribuan pendaftar akhirnya diseleksi menjadi 3.000, 1.000 dan menjadi 500 besar KSPL Nasional hingga terpilih 100 SPL Nasional 2021. Meskipun saya tidak terpilih menjadi SPL Nasional, tetapi takdir memberiku jalan yang lain untuk tetap terlibat dan berada di jalur yang sama, yaitu sebagai Penggerak Literasi Daerah (PLD), sungguh ini merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa.

         Semangatku terus menyala dan berkobar untuk menggerakkan dan membawa semua sekolah dalam rel literasi yang sesungguhnya, seperti yang ditawarkan oleh Nyalanesia. karena selama ini, kebanyakan literasi hanya sebuah jargon yang ditulis di papan-papan pajangan dan di tembok-tembok ruang kelas, tetapi setelah ditelisik, ternyata itu hanya sebuah simbol agar sekolah mereka terlihat keren, akan tetapi kegiatan literasi tidak pernah terorganisir dengan baik, bahkan sangat jauh dari aktivitas literasi yang sesungguhnya.

Semangatku semakin menyala-nyala setelah dibakar oleh sosok inspiratif Andi Noya dan Bukik Setiawan pada acara yang digelar oleh Nyalanesia pada tanggal 14 Juli 2021 yang dikemas dengan Seremoni Pelantikan dan sesi NyalaTalks. Mas Andi Noya yang selama ini hanya bisa kami lihat di televisi, yaitu pada acara Kick Andy akhirnya saya bertemu langsung dengan beliau meskipun secara virtual, tetapi itu sungguh sangat berkesan. Sosok beliau sangat berkesan dalam membawakan acara di TV dan bertambah menginspirasi saat beliau menceritakan dari awal kisah hidup dan perjuangannya yang menguras air mata, untuk bisa sampai pada titik seperti saat sekarang beliau berada.

           Salah satu cerita beliau yang membuat saya tanpa terasa mengucurkan air mata, adalah betapa besarnya peran seorang ibu dalam membentuk putera-puterinya, betapa besar perjuangan ibunda beliau di tengah himpitan ekonomi masih menyisihkan untuk membeli majalah dan surat kabar cetak untuk memotivasi dan menguatkan Mas Andy  dalam menambah wawasan keilmuannya.

Yang tak kalah mengharukan adalah saat beliau berusaha dengan sekuat tenaga mencari sosok ibu guru sekolah dasar yang sudah mampu memberikan semangat dan mampu mengarahkan Mas Andy hingga ia tahu akan bakat yang dimilikinya, yang nanti pada akhirnya bakat inilah yang membawanya untuk sukses seperti saat ini. Sungguh beliau adalah sosok inspiratif yang sangat menghargai guru.

         Ada beberapa kalimat bijak yang beliau sampaikan dan saya ingat selalu, yaitu “hidup hanya sekali, jadilah yang berarti.” Kita harus melakukan kebaikan untuk orang lain. Beliau juga menyampaikan “Jangan menunda-nunda kebaikan dan jangan terlalu banyak mikir, Lakukanlah selagi bisa dan nyawa masih melekat pada raga kita.

Sosok inspiratif selanjutnya adalah Mas Bukik Setiawan.  Ada banyak kalimat berkesan yang diucapkan oleh beliau, di antaranya adalah “penggerak perubahan adalah mereka yang melakukan hal yang tidak biasa secara konsisten bahkan sampai disebut “gila” dan terus bergerak hingga terbukti memberikan dampak nyata”.  Kalimat tersebut menjadi cambuk bagi saya untuk terus bergerak tanpa mempedulikan ejekan dan cemooh dari orang lain, bahkan meski sampai orang lain melempar kotoran sapi pada kita, karena kita sudah dianggap gila.

          Mereka yang sukses adalah mereka yang berani berbeda dari lingkungannya, berbeda di sini tentunya dalam hal positif. Ini menjadi support yang luar bisa dan bekal untuk para penggerak literasi agar terus bergerak melakukan perubahan hingga mencapai hasil yang diharapkan. Meski kita tahu bahwa dalam perjalanan akan selalu ada rintangan dan tantangan yang menghadang, namun tantangan, rintangan, bahkan cibiran jangan jadikan pematah semangat. Tetap bulatkan tekad untuk memacu semangat melakukan perubahan dengan menggaungkan dan menyalakan api literasi untuk generasi  anak-anak di negeri ini.

Ayo kita terus nyalakan semangat untuk membumikan literasi di bumi Indonesia, karena takdir sudah memilih kita.

#PenggerakLiterasiDaerah2021

Artikel Terkait